Baru Dilantik Presiden, Mas Dar Langsung Bersih-bersih BGN: Pecat 224 Pegawai Non-ASN dan 37 Tenaga Ahli

HomeCountryBadan Gizi Nasional

Baru Dilantik Presiden, Mas Dar Langsung Bersih-bersih BGN: Pecat 224 Pegawai Non-ASN dan 37 Tenaga Ahli

Jakarta, Auraperjuangan.com – Belum genap seminggu menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono langsung melakukan gebrakan. Ia melakukan bersih-bersih di lembaga yang baru dipimpinnya.

Sudaryono diketahui dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada tanggal 22 Juli 2026.

Mantan Wakil Menteti Pertanian itu menggantikan pejabat sebelumnya, Nanik S Deyang, yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Sudaryono menendang keluar 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli di BGN. Mayoritas pegawai non-ASN tersebut diberhentikan karena pelanggaran tidak disiplin.

“Kami mencoba untuk bersih-bersih yang melanggar kami berikan sanksi dan hari ini kami beri pengumuman bahwa per hari ini kami telah memberhentikan 261 pegawai non-ASN yang terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/07).

Belum berhenti di situ, Sudaryono juga mengungkap pihaknya telah memproses sebanyak 48 pegawai ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bermasalah.

Secara rinci, sebanyak 39 pegawai ASN dikenai hukuman disiplin ringan berupa sanksi mutasi dan demosi, sedangkan 9 lainnya dikenai disiplin berat berupa sanksi pemecatan.

“Kami telah memproses ada temuan 9 melakukan pelanggaran berat atau disiplin berat. Ini adalah ASN dan P3K dan besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemecatan,” ungkap pria yang akrab disapa Mas Dar ini.

“Ditemukan 39 disiplin ringan yang kemudian akan kami mutasi, kami demosi. Dan kami akan berikan sanksi administrasi maupun sanksi peringatan,” sambung dia.

Lebih lanjut, ia membeberkan pegawai ASN dan PPPK yang diberhentikan tersebut melakukan beberapa pelanggaran, seperti terlibat judi online dan korupsi.

“Untuk hukuman ASN dan PPPK itu adalah ada yang ada yang judi online, ada juga yang tidak disiplin, ada juga yang ada indikasi ngentit-ngentit duit. Jangan dipikir ngentit duit sedikit itu kemudian (kami) enggak tahu,” tegasnya.

“Sekarang ini informasi mudah, tinggal kirim WA, kita investigasi, orangnya ngaku, maka mohon maaf. Demi menyelamatkan yang banyak yang baik, maka kita hukum orang-orang yang tidak baik yang mencoreng nama baik orang-orang yang bekerja selama ini dengan baik,” ujarnya.

Sudaryono juga menjelaskan tiga fokus utama dirinya. Pertama, pemberantasan korupsi di internal BGN. Kedua, menjamin program makan bergizi gratis berjalan tepat sasaran.

Fokus ketiga ialah transparansi dan pelibatan publik dalam pengawasan program. Dia mengajak publik mendukung perbaikan tata kelola BGN.

“Kami mengakui ada kekurangan, kami mengakui ada hal yang memang harus diperbaiki, kami mengakui bahkan ada pelanggaran sebagaimana juga saudara-saudara tahu. Tapi kami siap, kita harus siap, kita harus siap menatap masa depan kita perbaiki, kemudian kita laksanakan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: