Dinkes Kampar dan Komisi IX DPR RI Gelar Sosialisasi GERMAS di Tanjung Sawit

HomeDaerahKab. Kampar

Dinkes Kampar dan Komisi IX DPR RI Gelar Sosialisasi GERMAS di Tanjung Sawit

TAPUNG, Auraperjuangan.com – Upaya membangun budaya hidup sehat terus diperkuat. Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar bersama Komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dipusatkan di Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong masyarakat untuk membiasakan deteksi dini melalui program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebagai fondasi utama ketahanan kesehatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi IX DPR RI Ir. H. Sahidin, Dirjen SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Galih Ajeng Kencana Ayu, S.Pd., M.Si., serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli, S.Kep., M.H. Acara dipandu oleh Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kampar, dr. Zulhendra Dasat, M.H.Kes.

Kepala Desa Tanjung Sawit, Tubagus Parito Pohan, S.E., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan menjadikan desanya sebagai lokasi sosialisasi kesehatan berskala nasional.

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara rutin demi menciptakan keluarga yang sehat, produktif, dan sejahtera.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menegaskan bahwa sektor kesehatan saat ini menghadapi tantangan serius berupa fenomena triple burden atau tiga beban penyakit sekaligus.

“Selain masih berjuang melawan penyakit menular, kita juga menghadapi peningkatan penyakit tidak menular, serta munculnya kembali penyakit lama yang seharusnya sudah terkendali,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan gaya hidup masyarakat menjadi salah satu faktor utama. Karena itu, GERMAS hadir sebagai solusi melalui pendekatan promotif dan preventif.

Ia menambahkan, sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017, GERMAS menjadi landasan dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

Sebagai langkah konkret, pemerintah meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sejak 10 Februari 2025. Program ini ditujukan bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia.

Dirjen SDM Kesehatan Kemenkes RI, Galih Ajeng Kencana Ayu, menyebut CKG sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kualitas hidup masyarakat.

“Capaian nasional CKG yang telah mencapai sekitar 70 persen menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan kesehatan, termasuk di daerah,” jelasnya.

Anggota Komisi IX DPR RI, Sahidin, menegaskan komitmen legislatif dalam mengawal kebijakan kesehatan agar benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke tingkat desa.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur kesehatan, termasuk keberadaan rumah sakit vertikal di Pekanbaru yang difokuskan pada layanan spesialis seperti jantung, otak, ginjal, dan saraf.

“Cegah sebelum parah. Melalui CKG, kita bisa mengurangi ketergantungan pada pengobatan mahal di rumah sakit,” tegasnya.

Sebagai moderator, dr. Zulhendra Dasat mengajak masyarakat untuk mulai mengubah pola pikir dari kuratif menjadi preventif.

Ia menekankan beberapa hal penting:

•Deteksi dini untuk mencegah penyakit menjadi berat

•Pemanfaatan hak pemeriksaan gratis satu kali setiap tahun

•Penghematan biaya pengobatan jangka panjang

“Kesehatan adalah investasi masa depan. Jangan tunggu sakit untuk berobat. Manfaatkan fasilitas gratis ini agar tetap sehat hingga usia lanjut,” pungkasnya.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: