Tapung Hulu, Auraperjuangan.com – Wakil Bupati Kampar sekaligus Kepala satuan tugas (Kasat Gas) MBG Kab Kampar Dr. Misharti. S.Ag. M.Si meninjau korban keracunan makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tapung Hulu, Rabu (19/8).
Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Asisten II Bidang Pembangunan dan SDM Drs. Muhammad. M.SI, Kepala Dinas Kesehatan dr. Zulhendra Das’at. MH, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dr. Yuli Usman. M.Ag , Kepala UPTD Puskesmas Tapung (Petapahan), Tasliati. SKM. M.Kes, Kepala Puskesmas Tapung Hulu I Nurhaidin. SKM. M.Kes, perwakilan Camat Tapung dan Camat Tapung Hulu Nuryadi. SE, Kepala SPPG Kecamatan Tapung Hilir dan kepala SPPG Kecamatan Tapung.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu inisiatif unggulan Pemerintah dalam mendukung peningkatan gizi anak sekolah, menekan angka stunting, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah. Program ini telah berjalan di berbagai kecamatan di Kabupaten Kampar dengan melibatkan sekolah, tenaga kesehatan, serta aparat desa. Namun, insiden keracunan di Kecamatan Tapung Hulu ( Smk 1 Negri Tapung hulu dan Pondok Pesantren Al muktas) menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan penerima manfaat.

Oplus_16908288
Dalam peninjauannya , Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti. S.Ag. M.Si didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan serta jajarannya, Camat Tapung Hulu, aparat kepolisian dan TNI. Beliau menyampaikan rasa prihatin mendalam atas kejadian tersebut, sekaligus memastikan bahwa penanganan medis dilakukan secara cepat dan tepat. Para korban yang mayoritas pelajar segera dirujuk ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini, jumlah data terakhir saat peninjauan siswa keracunan makanan MBG di UPTD Pukesmas Sukaramai Kecamatan Tapung Hulu berjumlah 80 siswa dan UPT Puskesmas Kecamatan Tapung berjumlah 65 siswa. Pemerintah Kabupaten Kampar akan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kami juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme distribusi makanan bergizi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Misharti.
Untuk itu saya perintahkan segera kepada Dinas Kesehatan segera menurunkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan pertolongan pertama, Puskesmas di sekitar Kecamatan Tapung Hulu menjadi pusat rujukan utama bagi korban dengan gejala ringan hingga sedang, Rumah Sakit Bangkinang menerima pasien dengan kondisi lebih serius untuk penanganan lanjutan dan Tim Satgas MBG melakukan investigasi terhadap sumber makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.
Sebagai Kasatgas MBG Kabupaten Kampar, Dr. Misharti menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pengadaan bahan makanan, distribusi, hingga penyajian di sekolah. Beliau juga menginstruksikan agar seluruh pihak terkait memperketat pengawasan kualitas makanan.
Selain itu, Pemerintah Daerah akan melibatkan Balai POM untuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan. Hasil uji ini akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum maupun administratif terhadap pihak penyedia makanan.
Dr. Misharti menegaskan bahwa insiden ini tidak akan menghentikan komitmen Pemerintah dalam menjalankan program MBG. Namun, beliau menekankan pentingnya pengawasan ketat dan kerja sama lintas sektor agar program benar-benar aman dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Di akhir peninjauannya, Wakil Bupati Kampar meninjau 2 SPPG yang terletak di Kecamatan Tapung dan Kecamatan Tapung Hulu. Saya mengucapkan terimah kasih banyak atas bantuannya untuk Rumah Sakit Tandun, Camat, Puskesmas, pihak kepolisian serta tentara atas tindakan cepat penanganan insiden siswa yang terkena keracunan, semoga kedepannya tidak terjadi kembali,” tutup Misharti.(Adv)





COMMENTS