Komda KIPI Riau Paparkan Kajian KIPI Serius di Kampar, Dinkes Tegaskan Transparansi dan Perbaikan Humas Dinkes

HomeDaerahKab. Kampar

Komda KIPI Riau Paparkan Kajian KIPI Serius di Kampar, Dinkes Tegaskan Transparansi dan Perbaikan Humas Dinkes

KAMPAR, Auraperjuangan.com — Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Provinsi Riau menyampaikan hasil kajian kausalitas kasus suspek Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius pada An. LM kepada pihak keluarga dalam pertemuan di Aula Puskesmas Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Selasa (13/10/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menyampaikan hasil pengkajian secara transparan, objektif, dan empatik, sekaligus membuka ruang dialog serta evaluasi demi peningkatan kualitas pelayanan imunisasi.

Berdasarkan surat Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan KIPI (Komnas KIPI) Nomor KA.319.KIPI/2026 tanggal 28 Agustus 2026, hasil kajian menyimpulkan “Inkonsisten – Reaksi akibat kondisi penyerta di luar vaksin”, dengan penegasan bahwa “Tidak cukup bukti untuk mengaitkan KIPI yang terjadi dengan pemberian vaksin.”

Kesimpulan tersebut merupakan hasil pengkajian kausalitas sesuai mekanisme yang berlaku. Pengkajian dilakukan untuk menilai kemungkinan hubungan antara kejadian medis yang dilaporkan dan pemberian imunisasi berdasarkan data klinis, hasil investigasi, serta bukti ilmiah yang tersedia. Dengan demikian, kesimpulan kajian perlu dipahami sesuai rumusan dan konteks ilmiah yang tercantum dalam hasil resmi Komnas KIPI.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Patricia Touw, SST, yang juga merupakan unsur Tim Komda KIPI Provinsi Riau, memaparkan hasil kajian kausalitas, tindak lanjut investigasi, serta kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait penanganan kasus KIPI serius. Penyampaian ini memberikan kesempatan kepada keluarga untuk memperoleh penjelasan mengenai hasil kajian dan menyampaikan tanggapan maupun masukan.

Mengacu pada siaran pers Kementerian Kesehatan RI tanggal 6 Oktober 2026, setiap dugaan KIPI serius perlu ditangani melalui proses investigasi dan pengkajian yang cermat, sistematis, serta berlandaskan bukti ilmiah. Pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa setiap kesimpulan dapat dipertanggungjawabkan dan informasi yang disampaikan kepada keluarga maupun masyarakat tetap akurat serta proporsional.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa pelayanan imunisasi tetap dilaksanakan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku. Pengawasan mutu dan keamanan vaksin, penguatan surveilans KIPI, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, penerapan prosedur pelayanan yang aman, serta komunikasi yang terbuka kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas program imunisasi.

Pihak keluarga mengikuti penjelasan dengan saksama dan menyampaikan sejumlah masukan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan pelayanan imunisasi ke depan. Masukan tersebut diterima sebagai bagian dari dialog konstruktif antara keluarga dan jajaran terkait. Pertemuan berlangsung dengan mengedepankan keterbukaan, penghormatan terhadap keluarga, serta kesempatan untuk memahami hasil kajian dan menyampaikan pandangan.

Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Kesehatan menyampaikan belasungkawa dan empati mendalam kepada keluarga atas meninggalnya An. LM. Kehilangan seorang anak merupakan duka yang sangat berat bagi keluarga. Oleh karena itu, setiap proses penanganan dan komunikasi terkait kasus ini perlu senantiasa mengedepankan nilai kemanusiaan, kepedulian, dan penghormatan terhadap keluarga yang terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Zulhendra Das’at, MH, bersama jajaran menegaskan komitmen untuk terus memperkuat mutu pelayanan imunisasi, meningkatkan kewaspadaan dan kapasitas petugas dalam penanganan KIPI, serta menindaklanjuti masukan keluarga sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan. Penguatan koordinasi lintas sektor dan komunikasi risiko kepada masyarakat juga menjadi perhatian untuk memastikan informasi terkait imunisasi disampaikan secara benar, jelas, dan bertanggung jawab.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Zulhendra Das’at, MH., perwakilan Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, Gestafiana, SKM, MKM., Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr. Dahlia Eka Okta, MKM., beserta Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Patricia Touw, SST, selaku unsur Tim Komda KIPI Provinsi Riau, Kepala Puskesmas Bangkinang Kota, dr. Yudi Susanto, MKM., Wakil Ketua Pokja Pengkajian dan Penanggulangan KIPI Kabupaten Kampar, dr. Faradilah Halusia, Sp.A., perwakilan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar, Rudi Novida, SH., Ketua Tim Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Ns. Bustami, S.Kep., M.Pd., beserta tim, serta pihak keluarga.

Melalui pertemuan ini, Komda KIPI Provinsi Riau dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menegaskan pentingnya pengkajian yang berbasis bukti ilmiah, penyampaian hasil secara transparan, penguatan surveilans dan pelaporan KIPI, serta evaluasi berkelanjutan terhadap mutu pelayanan imunisasi.

Transparansi, ketelitian ilmiah, dan empati harus berjalan beriringan. Dengan memperkuat ketiga aspek tersebut, pelayanan imunisasi diharapkan semakin berkualitas, keselamatan masyarakat semakin terjaga, dan kepercayaan publik terhadap program imunisasi terus tumbuh

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0