Takkan Melayu Hilang di Bumi, Wabup Kampar Ajak Guru Lestarikan Budaya Daerah

HomeDaerahKab. Kampar

Takkan Melayu Hilang di Bumi, Wabup Kampar Ajak Guru Lestarikan Budaya Daerah

Bangkinang Kota, Auraperjuangan.com – Wakil Bupati Kampar yang juga Ketua PGRI Kabupaten Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., secara resmi membuka Pelatihan Penguatan Keterampilan Guru Muatan Lokal Budaya Melayu Riau bagi guru SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Kampar yang digelar di Gedung Guru Bangkinang, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya Melayu Riau, khususnya budaya Kabupaten Kampar, di tengah derasnya arus globalisasi. Melalui pelatihan tersebut, para guru diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran secara kreatif, inovatif, dan kontekstual.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti menegaskan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai penjaga dan pewaris nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.

“Guru bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjaga dan menanamkan nilai-nilai budaya. Melalui muatan lokal, kita ingin anak-anak Kampar tumbuh dengan identitas yang kuat, berakar pada tradisi Melayu, namun tetap mampu bersaing dan menghadapi tantangan zaman,” ujar Misharti.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kampar, PGRI, LAMR, serta seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan agar program pelestarian budaya melalui muatan lokal dapat berjalan secara berkelanjutan.

Menurutnya, pelatihan ini harus memberikan manfaat nyata bagi para guru dan tidak berhenti sebatas penyampaian teori, tetapi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Banyak guru berharap pelatihan ini benar-benar dapat diimplementasikan dalam kurikulum sekolah, sehingga budaya Kabupaten Kampar semakin dikenal dan dicintai oleh peserta didik,” katanya.

Lebih lanjut, Misharti berharap melalui pembelajaran muatan lokal, anak-anak Kampar semakin mengenal serta mencintai adat istiadat dan budaya daerahnya sendiri. Berbagai warisan budaya seperti Basiacuang, Silat Melayu, Pantun, Calempong Oguong, hingga beragam tradisi lokal lainnya diharapkan terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Muatan lokal bukan sekadar pelengkap dalam pendidikan, tetapi merupakan bagian penting dalam membangun karakter. Dengan memahami budaya sendiri, anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang berbudaya, berakhlak mulia, memiliki jati diri yang kuat, sekaligus berdaya saing di era global,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) yang telah menginisiasi pelatihan tersebut di Kabupaten Kampar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada LAMR yang telah menghadirkan pelatihan ini. Semoga ikhtiar bersama ini menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya Melayu, khususnya budaya Kabupaten Kampar. Sebagaimana pepatah Melayu, Takkan Melayu Hilang di Bumi, mari kita jaga dan lestarikan warisan budaya ini agar tetap hidup hingga anak cucu kita kelak,” tutup Misharti.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar Helmi, SH., MH., narasumber Datuk Taufik Ikram Jamil, Ketua Panitia sekaligus narasumber Datuk Syaiful Anuar, serta para guru muatan lokal Budaya Melayu Riau jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Kampar yang mengikuti pelatihan dengan penuh antusias.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: