Bangkinang Kota, Auraperjuangan.com – Pemerintah Kabupaten Kampar menggelar Sosialisasi Penyusunan Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aula Kantor Bupati Kampar pada Selasa (23/12). Pertemuan ini menjadi krusial di tengah upaya pemerintah daerah menekan laju inflasi melalui optimalisasi komoditas lokal dalam program MBG.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Satgas MBG Kampar ini dihadiri oleh Camat Se-Kabupaten Kampar serta para Koordinator Kecamatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Kampar.
Kegiatan ini dipimpin langsung ketua satgas MBG Kampar Dr. Hj. Misharti S. Ag. M. Si didampingi, Asisten II Setda Kampar, Muhammad, M.Si., Kadinkes Kampar, dr. Asmara Fitra Abadi, MM, serta Kadis Ketapang Kampar, Dr. Yuli Usman, M.Ag.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Kampar sekaligus Ketua Satgas MBG Kampar, Dr. Misharti, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa penyusunan menu Makan Bergizi Gratis harus mengutamakan pangan lokal dan tidak bergantung pada bahan impor atau luar daerah di tengah kondisi siaga inflasi.
“Kita harus memanfaatkan potensi pangan desa. Program MBG bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat dan memastikan setiap anggaran kembali ke petani serta peternak lokal demi penguatan ekonomi Kampar,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar, Dr. Yuli Usman, M.Ag., menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan instrumen strategis untuk memastikan masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kabupaten Kampar memperoleh asupan gizi yang layak, aman, dan sehat secara berkelanjutan.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini pelaksanaan program MBG di Kabupaten Kampar telah menunjukkan capaian yang signifikan. Tercatat sebanyak 60 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah berjalan, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 153.918 siswa yang tersebar di 970 sekolah. Selain itu, program ini juga menjangkau 7.766 orang ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sehingga total penerima manfaat MBG di Kabupaten Kampar mencapai 162.186 orang.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin memberikan pemahaman yang utuh dan jelas mengenai tujuan program, mekanisme pelaksanaan, standar menu bergizi, serta peran dan tanggung jawab masing-masing pihak. Peran sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat penting untuk mendukung kelancaran program agar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal,” ujar Yuli Usman.
Lebih lanjut, Yuli Usman yang juga sekretaris Satgas MBG menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dicapai tanpa sinergi dan kerja sama yang kuat dari seluruh elemen.
Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung, mengawasi, serta menjaga keberlanjutan program MBG agar benar-benar mampu meningkatkan kualitas gizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal di Kabupaten Kampar.





COMMENTS